PESAN GEMBALA RAYON NOVEMBER 2022

Shalom,

Kita sedang memasuki tahun yang luar biasa, yang dalam penanggalan Ibrani disebut dengan tahun PEY GIMEL (5783).

Pada waktu kami berada di Tanah Perjanjian bulan September yang lalu, saat di Upper Room - kamar loteng atas tempat perjamuan terkahir Tuhan Yesus dengan murid-murid dan juga tempat terjadinya pencurahan Roh Kudus yang dahsyat pada Pentakosta Pertama - saat Bunda sedang berdoa, menyembah Tuhan, Bunda mendapat penglihatan dari tubuh Gembala Pembina keluar api yang luar biasa, saat Gembala Pembina menunjuk, api turun dengan dahsyat di tempat yang ditunjuk. Ternyata yang ditunjuk Gembala Pembina bukan sekedar sekelompok orang, melainkan Benua-Benua. Melalui penglihatan ini kita percaya, kita akan melihat hal-hal yang luar biasa terjadi. Amin!

Kemudian saat kami berada di Muhraka/Muhraqa atau Tanduk Karmel, tempat dimana pernah terjadi ‘pertempuran’ antara nabi Elia dengan nabi-nabi Baal dan nabi-nabi Asytoret, Bunda melihat ada seperti ‘nuklir yang meledak’ dan ‘ada kepulan asap’. Tiba-tiba dari dalam tanah keluar semburan api dan jangkauannya sangat luas. TUHAN menyampaikan pesan, "AKU akan mencurahkan pengurapan seperti itu, pengurapan Messengers of the Third Pentecost, pengurapan yang akan berdampak sangat luas. Ada semburan-semburan api Pentakosta Ketiga yang meluap dari hidup kita. Haleluya!

Selain di Tabgha dan Muhraka, TUHAN memberikan impresi dan pesan yang khusus saat berada di Gereja Tabgha, tempat dimana Tuhan Yesus membuat mukjizat memberi makan 5000 orang laki-laki (belum termasuk perempuan dan anak-anak) dengan 5 (lima) roti dan 2 (dua) ikan. Tour Guide menjelaskan bahwa gedung gereja Tabgha dibangun dengan menggunakan konsep angka 3 (tiga): jendelanya ada tiga, terap tangganya ada tiga. Angka 3 dalam bahasa Ibrani dapat mengandung arti: Kekuatan, Kemenangan, dan Kesetiaan.

Sejak masuk tahun Pey Gimel (5783), dimana Pey (80) dan Gimel (3) pada tanggal 26 September 2022 yang lalu. Angka 3 memberikan satu kesan yang khusus. Angka 3 banyak dijelaskan dalam Aalkitab, misalnya: Triwira (2 Samuel 23:8-12), dalam Pengkhotbah 4:12 dikatakan, “…Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Dan tentunya terkait dengan angka 3, kita mengenal Tritunggal/Trinitas (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus). Mari kita merenungkan ketiga arti dari angka 3 (tiga) tersebut satu-persatu.

1. Kekuatan

Kekuatan kita, sebagaimana dikatakan Alkitab, sepenuhnya bergantung kepada hubungan kita dengan TUHAN. Yesaya 40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Mendapat kekuatan baru bukan berarti tidak pernah lemah, justru memerlukan kekuatan baru karena sudah mulai melemah. Untuk mendapat kekuatan baru setiap hari kita harus menanti-nantikan TUHAN, tinggal dalam hadirat-Nya. Itu sebabnya kita memulai setiap hari dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Matius 6:33). 

Mendapat kekuatan baru, menanti-nantikan TUHAN dalam bahasa Ibrani adalah qava, artinya membuat ikatan yang kuat, seperti tali yang diikat sampai menjadi simpul. Jadi kita tidak bisa kendor! Hubungan kita dengan TUHAN harus terus kuat, tidak boleh menjadi kendor! Kita harus terus tinggal dalam kasih yang semula. Jika kita sudah merasa kurang dekat dengan TUHAN, kita harus mencari tahu apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Kita harus tanya TUHAN! Mungkin kita kurang mengampuni, mungkin terlalu sibuk, Gembala Pembina saat Menara Doa Pelayan Jemaat (MDPJ) bulan Oktober menjelaskan, jika Iblis tidak bisa mendorong kita kepada kejahatan, dia akan mendorong kita kepada kesibukan. Kita menjadi sibuk sampai tidak punya waktu untuk TUHAN lagi. Itu sebabnya Saya dan Bunda punya waktu khusus 1 (satu) hari dalam seminggu, yakni sabat dimana kami tidak menerima pelayanan, tidak menerima khotbah, sebaliknya banyak menantikan TUHAN, dan mendapat kekuatan baru. 

Saya merasakan kalau hari-hari ini kita tidak banyak menanti-nantikan TUHAN, pasti tidak akan kuat! Karena peperangan makin kuat, makin dahsyat. Dalam Wahyu 12:12, “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.” Dikatakan Iblis turun dengan geramnya yang dahsyat, tetapi berbahagialah kita yang banyak menanti-nantikan TUHAN. Alkitab berkata 1 Yoh 5:18-19, “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.”

Kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.  Jika kita tinggal di dalam Dia, si Iblis tidak dapat menjamah kita kecuali atas seijin TUHAN. TUHAN mengijinkan agar kita bertumbuh, supaya kita dilatih untuk berperang dalam peperangan rohani. 

2. Kemenangan

TUHAN ingin agar Saudara dan saya sekalipun sempat mengalami kekalahan, tapi ujung-ujungnya kita menang! Dalam Wahyu 2-3, pesan Tuhan kepada 7 (tujuh) Jemaat mengatakan, "barangsiapa menang..." Yang dimaksud menang disini artinya yang masuk Sorga. Mereka yang menang terhadap dosa, menang terhadap tipu daya Iblis, menang terhadap pengaruh dunia. Kunci mengalami kemenangan dikatakan: “barangsiapa bertelinga hendaklah mendengarkan perkataan Roh.”

Mendengarkan Suara Roh Kudus! Ini perlu Latihan supaya kita makin bertambah peka. Agar kita dapat mengetahui ini suara Roh Kudus, tentu harus diuji dengan Alkitab! Itu sebabnya jika orang tidak membaca Alkitab setiap hari akan kesulitan mendengar suara Roh Kudus. Dia kan menjadi ‘terbalik-balik’ dalam memahami maksud TUHAN. TUHAN menyuruh untuk mengampuni, tapi dia tidak mau mengampuni, karena tidak membaca Alkitab, tidak tahu kalau mengampuni adalah perintah Alkitab. Alkitab mengatakan kalau kamu tidak mengampuni orang yang bersalah kepadamu, Tuhan Yesus mengatakan maka Bapa di Sorga tidak mengampuni kamu (Matius 6:14-15). Selain mengampuni, kita juga harus hidup kudus, harus menyaring apa yang kita dengar dan lihat. Bacalah Alkitab kita setiap hari! Kita akan makin bertumbuh dan semakin memahami kebenaran Firman Tuhan.

3. Kesetiaan

Wahyu 17:14, “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

Kita yang sungguh-sungguh dengan TUHAN akan mengalami kesetiaan TUHAN. Tapi bukan hanya TUHAN yang harus setia, Saudara dan saya juga harus setia. Mari kita perhatikan urutannya: pertama, kita dipanggil lebih dahulu, dipanggil untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Lalu kedua, dipilih. Yakni dikuduskan untuk pekerjaan TUHAN, melayani baik dalam gereja maupun di luar gedung gereja (di market place), dimana kita mengasihi jiwa-jiwa, membagikan kasih, membagikan Injil agar orang lain juga dapat menerima keselamatan karena bertobat dan lahir baru melalui pemberitaan Injil. Kemudian tidak berhenti sampai disitu, ketiga, kita harus setia. Kata “setia” disini diambil dari bahasa Yunani “pistos”, artinya “dapat dipercaya, setia, patuh, taat”. Ini mirip dengan kata hupomone, artinya “tekun”. Orang yang setia akan tekun sampai garis akhir. 

Ibrani 10:36-38, “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”

Ada orang Kristen yang tekun sampai garis akhir, tapi ada juga yang ‘rontok’ ditengah jalan, mengundurkan diri, dan akhirnya kehilangan keselamatan. Saya berdoa, agar seluruh jemaat GBI Rayon 3, semua kita setia sampai garis akhir, tekun! Jangan pernah mengundurkan diri, jangan pernah menyerah! Percayalah TUHAN selalu bisa memberikan kekuatan baru, memberikan jalan keluar atas persoalan demi persoalan bisa kita lewati, asal kita terus bergantung pada TUHAN, yang dalam bahasa jawanya “gandol Gusti”.

Keadaan kedepan tidak akan semakin bertambah baik, tapi justru TUHAN berjanji akan memberkati kita, agar kita dapat menolong orang yang mengalami keadaan yang tidak baik, yang mengalami kekurangan. Itu artinya mukjizat, karena hidup kita tidak bergantung pada situasi dunia, melainkan kepada Tuhan Yesus. Haleluya! Amin. Tuhan Yesus memberkati!

Share this Post: