PESAN TUHAN MELALUI GEMBALA RAYON 3 DAN BUNDA KRISTINA FARAKNIMELLA DESEMBER 2025

Hari-hari ini adalah hari yang luar biasa bagi kita semua. Tuhan sedang bekerja dengan cara yang luar biasa pula di tengah umat-Nya. Tujuan hidup kita tidak lain adalah untuk menjadi semakin serupa dengan Yesus Kristus. Kita dipanggil bukan hanya untuk mengenal Dia, tetapi juga untuk melakukan kehendak-Nya dan menyelesaikan Amanat Agung. Sampai tahun 2033, kita memiliki tugas besar dari surga: menjadi murid Yesus dan menjadikan semua bangsa murid-Nya.

Doa Pengerja Rayon 3 bulan ini akan menjadi DOPENG terakhir di tahun 2025. Dengan bergantinya tahun, kita memasuki masa-masa yang semakin mendekat kepada tahun 2033. Tuhan sedang mempercepat pekerjaan-Nya, dan karena itu kita tidak boleh lengah. Tahun 2025 adalah Tahun Penuaian, di mana Tuhan ingin kita menuai jiwa-jiwa bagi-Nya. Gembala Pembina kita telah menyampaikan bahwa pola penuaian adalah melalui doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam yang menyala-nyala. Ini adalah prinsip menara doa.

Mari kita kembali kepada pola penuaian yang Tuhan berikan! Jika ada yang melemah, perkuat kembali doa, pujian, dan penyembahan. Hidupkan kembali rumah doa, doa keliling, dan doa puasa.  Jangan andalkan logika semata, melainkan andalkan Tuhan dengan berdoa. Tuhan tidak mencari orang yang hanya pandai berstrategi, tetapi orang yang berlutut di hadapan-Nya dengan hati yang hancur dan percaya penuh. Inilah waktunya untuk bangkit dan membangun kembali groaning prayer, doa yang keluar dari hati yang hancur dan rindu akan keselamatan jiwa-jiwa.

Jangan biarkan pelayanan ini menjadi sekadar rutinitas. Mari kita memeriksa diri dan dan pelayanan kita: apakah sudah menuai jiwa bagi Tuhan? Jika belum, jangan diam! Jangan mencari-cari alasan! Tuhan mau kita bergerak dan menuai jiwa-jiwa, sebab inilah kehendak-Nya bagi gereja-Nya. Tuhan sedang mengukur setiap kita sesuai dengan standar-Nya. Dalam hal keuangan, baik secara pribadi maupun gereja, jangan bergantung kepada manusia. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Ketika kita berserah dan terus berdoa, berkat Tuhan akan tercurah dengan dahsyat.

Kalau kita ingin menuai, kita harus banyak berdoa. Mari ajak jemaat berdoa secara khusus untuk keuangan dan untuk penuaian jiwa, karena hanya melalui doa, pujian, dan penyembahan, kita dapat menerima pertolongan Tuhan, penuaian, dan mukjizat. Kita tidak bisa mengandalkan siapa pun, hanya Tuhan yang menjadi sumber pertolongan kita. Mazmur 121:2, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”

Kita memang hidup di zaman yang sulit, tetapi bagi mereka yang sungguh-sungguh berjalan bersama Tuhan, Ia akan menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya. Berdoalah dan minta tolong kepada Tuhan Yesus, karena Dia sanggup memberikan mukjizat dan pertolongan yang dahsyat bagi umat-Nya.

Pada kesempatan ini Tuhan juga mengingatkan kita lewat panggilan dalam kitab Yesaya 6:8, “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!’”

Tuhan mencari orang yang mau berkata seperti Yesaya: “Ini aku, utuslah aku.” Tahun Pey Vav ini adalah tahun di mana perkataan kita memiliki kuasa, kita harus berhati-hati dengan setiap kata yang keluar dari mulut kita. Jangan terbawa emosi, jangan berkata negatif, dan jangan mengasihani diri sendiri. Belajarlah dari nabi Elia yang sempat dikuasai ketakutan karena ancaman Izebel dan berkata, “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raj 19:2-4). Sosok Izebel adalah gambaran roh yang mendominasi dan mengintimidasi. Jangan biarkan roh itu menguasai hidup kita. Tuhan mau kita hidup dengan iman dan keberanian, bukan dengan rasa takut.

Ada satu pengalaman ketika Gembala Pembina hendak mengutus kami ke Tangerang untuk menggantikan Hani Sebadja. Awalnya Saya kaget dan berusaha mencari cara agar tidak pindah ke Tangerang. Namun, ketika pada waktu itu saya berkhotbah di gereja kita, yang dulu beribadah di Hotel Istana Nelayan dan bertanya kepada jemaat, “Bagaimana kalau saya ke Tangerang?” Seluruh jemaat menjawab serentak, “Amiinnnn!” Saat itu, Tuhan meneguhkan panggilan-Nya. Tuhan yang mengutus, Ia juga yang menyertai. Kita diingatkan akan perkataan Derek Prince bahwa ujian terberat bagi orang kristen bukanlah aniaya, melainkan keberhasilan dan kesuksesan.

Ketika kita hidup intim dengan Tuhan, saat Tuhan berbicara, kita akan mudah merespons suara-Nya. Tuhan mencari penyembah-penyembah benar. “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki (atau mencari) penyembah-penyembah demikian.  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23–24)

Sejak penciptaan (Kejadian 1), segala sesuatu selalu berbicara tentang Tuhan. Demikian juga dalam hal pelayanan kita bersama, ini bukan tentang Rayon 3, bukan juga tentang GBI, tetapi tentang kemuliaan Tuhan semata. Karena itu, jangan curi kemuliaan Tuhan. Gembala Pembina mengingatkan dua hal penting agar kita tetap langgeng dipakai Tuhan sampai kedatangan Yesus kembali. Pertama, jangan pernah mencuri kemuliaan Tuhan. Jangan haus pujian, jangan sombong. Yang terpenting adalah menyenangkan hati Tuhan. Kedua, jangan ambil keuntungan pribadi dalam pelayanan. Motivasi kita harus murni. Mazmur 24:3-4, “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.”

Hadirat Tuhan dan perjumpaan dengan-Nya tidak bisa dibeli dengan uang. Semua tergantung pada hati kita. Apakah kita sungguh memiliki kerinduan yang dalam untuk mengalami Dia. Jaga kemurnian hati, sebab Tuhan akan memakai setiap kita sampai tahun 2033, bahkan sampai kedatangan Yesus yang kedua kali. Bagi Daud, Abraham, dan Paulus yang terpenting bukanlah kehormatan, melainkan menyenangkan Tuhan. Ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak, anak yang ia kasihinya, Abraham taat. Ia percaya bahwa sekalipun Ishak mati, Allah sanggup menghidupkannya kembali (Ibrani 11:17-19). Ketaatan dan iman seperti itulah yang Tuhan rindukan dari kita hari-hari ini. Tuhan juga meminta kita mempersembahkan hal-hal yang kita sayangi, termasuk harga diri dan pengampunan. Sering kali yang paling berat bukan memberi, melainkan menahan diri untuk tidak membalas meskipun kita mampu melakukannya. Tetapi di situlah ketaatan diuji dan kemurnian hati dibentuk.

Pada kesempatan pesan gembala di bulan Desember 2025 ini, kami mengucapkan Selamat HUT GBI MODERNLAND (RAYON 3) yang ke-34 Tahun, serta selamat Natal 2025 bagi seluruh pengerja dan jemaat Rayon 3. Tuhan Yesus begitu baik untuk kita semua. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Share this Post: