PESAN TUHAN MELALUI GEMBALA RAYON 3 DAN BUNDA KRISTINA FARAKNIMELLA JULI 2026

MEMASUKI SEMESTER KEDUA 2026: KEBANGKITAN DOA, API YANG MURNI, DAN KESELAMATAN YANG HARUS DIPERTAHANKAN.

 

Puji Tuhan, bulan ini kita sudah memasuki semester kedua di tahun 2026. Jika kita melihat perjalanan sejak Januari hingga Juni, kita dapat berkata bahwa Tuhan telah menuntun kita dengan begitu dahsyat dan luar biasa.

 

Selama enam bulan pertama tahun ini, kita berjalan bersama dalam Doa Puasa dan Keliling Estafet Nusantara Call ke-3. Kita bersyukur karena Tuhan memampukan kita untuk melakukannya. Bahkan ketika Daddy dan Bunda berada di Singapura beberapa waktu yang lalu, kami tetap melakukan doa keliling di Singapura untuk memberkati Banten. Roh doa tidak dibatasi oleh tempat. Ketika hati kita melekat kepada Tuhan, maka doa dapat menjangkau bangsa dan kota.

 

Ada sesuatu yang sedang Tuhan kerjakan pada masa ini. Tuhan sedang membangkitkan doa di berbagai tempat dan di berbagai lini kehidupan. Kita percaya bahwa kebangkitan doa harus terjadi di rumah-rumah, di gereja-gereja, di marketplace, di sekolah, di pemerintahan, dan di setiap wilayah yang Tuhan percayakan kepada kita.

 

Pada 20 Mei 2026 yang lalu kita merayakan Kebangkitan Doa Nasional yang kedua. Kita percaya bahwa kebangkitan doa tidak lahir dari orang-orang yang nyaman dan puas dengan keadaan. Kebangkitan doa lahir dari orang-orang yang mengerang di hadapan Tuhan, yang sungguh-sungguh mencari wajah-Nya dan merindukan terjadinya lawatan Roh Kudus.

 

Menjelang berakhirnya Nusantara Call ke-3 pada tanggal 30 Juni, Bunda berdoa dan bertanya kepada Tuhan mengenai langkah berikutnya yang harus dilakukan. Dalam doa, Tuhan kembali mengingatkan akan pesan yang pernah disampaikan oleh Gembala Pembina melalui Yeremia 33:3: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui."

Kita sedang hidup dalam dunia yang berubah dengan sangat cepat. Kita memasuki tatanan dunia yang baru. Karena itu, apabila kita tetap mempertahankan pola yang lama dan tidak mencari tuntunan Tuhan yang baru, maka kita dapat kehilangan terobosan yang Tuhan sediakan. Tuhan ingin membawa gereja-Nya berjalan bukan hanya berdasarkan pengalaman masa lalu, melainkan berdasarkan tuntunan Roh Kudus setiap hari.

 

Demos Shakarian, pendiri FGBMFI, menerima visi dari Tuhan untuk menjangkau orang-orang di dunia kerja dan marketplace. Dalam berbagai tulisannya ia juga berbicara mengenai 'A New Wave of Revival' yang akan dikerjakan Tuhan pada akhir zaman. Karena itu banyak pemimpin FGB memahami bahwa marketplace akan menjadi salah satu ladang penting bagi kebangunan rohani pada zaman ini.

 

Karena itu, bagi saudara yang bekerja, Tuhan tidak menempatkan saudara hanya untuk mencari penghasilan. Tuhan menempatkan saudara di kantor, usaha, sekolah, dunia bisnis, dan profesi supaya terjadi revival. Marketplace adalah ladang tuaian. Kita dipanggil menjadi terang dan garam di sana.

 

Tuhan juga akan menyatakan perbedaan antara orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan dan mereka yang hanya menjalani kehidupan rohani secara lahiriah. Perbedaannya terletak pada orang-orang yang berseru kepada Tuhan.

·       Orang-orang yang berdoa.

·       Orang-orang yang berpuasa.

·       Orang-orang yang memuji dan menyembah.

·       Orang-orang yang mengandalkan Tuhan.

·       Orang-orang yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Roh Kudus.

 

Kepada mereka Tuhan akan menyatakan langkah demi langkah (Step by step and each step will be a miracle). Tuhan tidak selalu menunjukkan seluruh perjalanan sekaligus, tetapi Tuhan memberikan petunjuk satu langkah demi satu langkah. Ketika kita taat pada langkah yang pertama, Tuhan akan membuka langkah yang berikutnya.

 

Yeremia 17:7-8 berkata: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Orang yang mengandalkan Tuhan akan tetap berbuah bahkan pada musim yang kering. Berkat Tuhan tidak bergantung pada keadaan ekonomi dunia. Berkat Tuhan tidak bergantung pada musim. Sumber kita bukan dunia, melainkan Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi.

Karena itu, andalkan Tuhan. Andalkan Roh Kudus. Berdoalah. Carilah wajah-Nya. Maka Tuhan akan menjawab dan menyatakan perkara-perkara yang besar.

 

Itulah sebabnya Tuhan menaruh beban dan visi bahwa mulai 1 Juli sampai 31 Desember 2026 kita memasuki Doa Keliling, Doa Puasa, dan Mezbah Doa Estafet Nusantara Call ke-4. Melalui ini kita rindukan:

·       Menara-menara doa harus bangkit.

·       Kebangkitan doa harus terjadi.

·       BPD-BPD Gereja Bethel Indonesia harus mengalami kebangunan doa.

 

Namun bersamaan dengan kebangkitan doa, Tuhan juga memberikan sebuah peringatan melalui Imamat 10:1-2. Nadab dan Abihu mempersembahkan api asing di hadapan Tuhan, yaitu api yang tidak diperintahkan Tuhan kepada mereka. Kita yang melayani sesungguhnya sedang mempersembahkan api kepada Tuhan. Karena itu kita harus berhati-hati terhadap api yang asing.

a.     Api asing dapat berupa pelayanan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita dapat sibuk melayani tetapi kehilangan kehidupan yang kudus. Tuhan tidak hanya melihat pelayanan kita, tetapi juga kehidupan kita.

 

b.     Api asing juga dapat berupa semangat yang lahir dari emosi, ambisi, dan keinginan untuk menjadi lebih besar daripada orang lain. Tuhan tidak memanggil kita untuk bersaing, melainkan untuk taat. Jangan melayani karena ingin terlihat hebat. Jangan melayani karena ingin diakui. Bertanyalah kepada Tuhan apa yang Tuhan kehendaki bagi hidup kita.

 

c.     Api asing juga dapat berupa sesuatu yang terlihat rohani tetapi sumbernya bukan dari Tuhan. Tuhan melihat motivasi. Tuhan melihat integritas. Bahkan ketika kita mengajar tentang persepuluhan dan keuangan, motivasinya harus murni. Tujuannya bukan supaya gereja menjadi kaya, melainkan supaya jemaat menjadi murid Kristus yang dewasa dan hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.

 

Beberapa waktu ini Tuhan juga terus mengingatkan tentang keselamatan. Gembala Pembina menyampaikan bahwa:

·       ada orang yang kehilangan keselamatan karena meninggalkan Tuhan (Mat. 24:13; 1Kor. 9:27; 1Tim 1:19; Yoh. 15:5-6; Ibr. 6:46; 10:26-29; Why. 3:5).

·       Ada yang hampir-hampir tidak selamat, seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 3:15, "Ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api."

·       Dan ada orang yang hidup setia sampai akhir sehingga memperoleh keselamatan dengan penuh (Ibr. 7:25; 1Tes. 5:23-24; Fil.1:6; Mat. 24:13; 2Yoh.1:8; Why. 2:10).

 

Mari kita memiliki kerinduan untuk hidup setia sampai akhir. Suatu hari pekerjaan kita akan diuji. 1 Korintus 3:13 berkata: “sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.”

 

Karena itu fokuslah kepada kekekalan. Mazmur 90:10 mengingatkan bahwa umur manusia hanya tujuh puluh atau delapan puluh tahun jika kuat. Tetapi kekekalan tidak pernah berakhir.

·       Jangan mengejar panggung.

·       Jangan mengejar pengakuan.

·       Jangan mengejar kekayaan.

 

Tuhan Yesus berkata dalam Matius 18:3-4: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." Kerendahan hati sangat berharga di mata Tuhan.

 

Jemaat Laodikia ditegur karena meninggikan diri karena kekayaannya. Tuhan rindu agar gereja-Nya tetap menyala dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Karena itu jangan mencuri kemuliaan Tuhan. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan. Jangan pula mengambil keuntungan dari pelayanan.  Kita tidak perlu memaksa orang untuk memberi atau menabur. Orang yang sungguh memahami kasih karunia dan keselamatan akan memiliki kemurahan hati.

 

Biarlah lagu ini menjadi pengakuan hati kita: "Mengikut Yesus itulah kesukaan hatiku."

Mungkin dunia tidak mengenal kita. Mungkin dunia tidak memberikan penghargaan kepada kita. Tetapi suatu hari Tuhan akan berkata: "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia."

 

To receive Jesus costs nothing.

To follow Jesus costs something.

To be like Jesus costs everything.

 

Tetaplah rendah hati. Faceless. Nameless. Seperti yang disampaikan oleh Gembala Pembina,

No logo. No ego.

 

Hati-hati dengan mulut kita. Yudas mengingatkan bahwa Tuhan yang menyelamatkan Israel dari Mesir juga menghukum mereka yang tidak percaya (Yudas 1:5). Musa sendiri tidak masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidaktaatan ketika ia memukul batu yang seharusnya hanya ia ajak berbicara (Bil. 20:7-12).

 

Pelajaran bagi kita adalah bahwa pengalaman masa lalu tidak dapat menggantikan ketaatan hari ini. Karena itu, seperti yang tertulis dalam Filipi 2:12-13: "Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."

 

Mari tetap tinggal dalam ketaatan.

Tetap hidup dalam kekudusan.

Tetap menjaga keintiman dengan Tuhan.

 

Memasuki semester kedua tahun 2026, kiranya kita menjadi orang-orang yang terus berseru kepada Tuhan, mengalami tuntunan Roh Kudus langkah demi langkah, menjaga api yang murni, dan mempertahankan keselamatan sampai akhir. Step by step, and each step will be a miracle. Amin.

Share this Post: