Shalom,
Kami percaya bahwa hari-hari ini adalah hari yang luar biasa, hari yang dahsyat. Kita sedang memasuki musim yang sangat khusus di hadapan Tuhan. Ini era Roh Kudus. Sama seperti pada waktu itu murid-murid berkumpul di kamar loteng atas Yerusalem untuk menantikan pencurahan Roh Kudus, dimana mereka yang berkumpul bersama pada waktu itu, sehati, dan berdoa bersama-sama menantikan janji Bapa, demikian juga hari-hari ini kita percaya Roh Kudus sedang dicurahkan dengan cara yang luar biasa di tengah gereja-Nya. Ada lawatan Tuhan yang nyata, ada kebangunan rohani yang sedang Tuhan kerjakan, dan kita sedang dibawa masuk lebih dalam kepada hadirat-Nya.
Pada saat doa pengerja bulan Mei yang lalu, bukan sebuah kebetulan jika saat itu kita berdoa persis di hari pertama dari sepuluh hari penantian pencurahan Roh Kudus sebagaimana murid-murid Tuhan Yesus. Tentunya kita bukan hanya menanti-nantikan Roh Kudus dicurahkan selama sepuluh hari itu saja, terlebih lebih lagi pencurahan Roh Kudus atas hidup kita, keluarga kita, pelayanan kita, termasuk cabang/ranting, dan seluruh pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Karena itu kami mau kembali mengingatkan: ini adalah era Roh Kudus.
Di era Roh Kudus seperti ini kita harus menjaga hati dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai pelayanan dipakai untuk keuntungan pribadi. Jangan mencari nama sendiri (ketenaran). Jangan membangun kebesaran diri sendiri. Kalau Tuhan memakai kita, itu semata-mata karena anugerah-Nya. Karena itu mari kita belajar sungguh-sungguh mengandalkan Roh Kudus. Melalui doa, puasa, hidup yang melekat kepada Tuhan serta melalui hati yang terus haus akan hadirat-Nya.
Untuk penuaian jiwa jangan mengandalkan manusia. Jangan mengandalkan koneksi. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Jangan mengandalkan siapa yang punya posisi atau siapa yang punya harta. Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 17:5, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Tetapi ayat berikutnya (ayat 7) berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” Ini waktunya kita kembali kepada Tuhan.
Para pemimpin di cabang/ranting, departemen, sampai seluruh pengerja dan jemaat, semua harus belajar mengandalkan Roh Kudus. Kalau ada tantangan keuangan, kita datang kepada Tuhan. Kalau ada pergumulan pelayanan, kita datang kepada Tuhan. Kalau kita rindu jiwa-jiwa dimenangkan, kita berlutut dan berdoa. Kami percaya ini adalah hari-hari kebangkitan doa.
Karena itu saat momentum Kebangkitan Doa Nasional ke-2 yang kita kita laksanakan pada 20 Mei 2026 yang lalu, kita memakai kesempatan itu untuk berdoa bersama-sama. Membangun mezbah doa. Mencari wajah Tuhan. Seorang hamba Tuhan bernama A. W. Tozer pernah berkata bahwa kalau Roh Kudus diangkat dari gereja hari ini, sebagian besar (95%) kegiatan tetap bisa berjalan. Mengapa? Karena banyak yang berjalan dengan sistem, program, dan performa manusia. Tetapi gereja mula-mula berbeda. Mereka hidup bergantung penuh kepada Roh Kudus. Karena itu dalam setiap pelayanan, dalam rumah tangga, dalam pekerjaan, dalam bisnis, bahkan dalam keseharian kita, mari kita belajar mengandalkan Roh Kudus.
Bulan lalu saat Saya sedang melayani di GBI Modernland, lalu saya mengalami sesuatu pengalaman rohani yang sangat kuat. Saat itu saya. Sejak ibadah raya pertama, saya merasakan hadirat Tuhan begitu nyata. Kemudian saat ibadah raya kedua berlangsung, dan saya sudah naik ke mimbar, saya melihat Tuhan Yesus bergerak (terbang) di atas ruangan ibadah ke arah jemaat. Awalnya saya menguji apa yang saya lihat tersebut. Tetapi semakin saya berdoa, penglihatan itu sangat jelas sehingga saya merasakan belum waktunya bagi saya untuk memulai khotbah. Saya lanjut berdoa dan saya melihat banyak jemaat mulai menangis. Saya percaya Roh Kudus sedang menjamah hati mereka. Ada yang dipulihkan. Ada yang disentuh Tuhan. Ada yang dikuatkan kembali. Sampai ketika dalam penglihatan itu saya melihat Tuhan Yesus berada di atas bagian depan dekat area multimedia (pintu masuk), menghadap kearah mimbar dan tersenyum, baru saya bisa melanjutkan dengan pemberitaan Firman Tuhan.
Alkitab mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus naik ke surga, murid-murid berkumpul dan menantikan janji Bapa. Kisah Para Rasul 1:4 berkata, “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, …” Lalu Kisah Para Rasul 2:1-4 mencatat, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat… Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus…” Ini adalah penggenapan janji Tuhan. Dan janji itu bukan hanya untuk gereja mula-mula. Roh Kudus tetap dicurahkan sampai hari ini.
Saya, gembala saudara, juga mengalami baptisan Roh Kudus secara pribadi. Waktu itu saya sedang berada dalam keadaan yang sangat berat. Dokter berkata tumor di leher saya sudah terlambat ditangani dan bisa berkembang menjadi kanker ganas. Saya bergumul dan merasa putus asa. Tetapi justru di tengah keadaan itu saya mendengar Tuhan berbicara di hati saya: “Kalau kamu mau menang dalam hidup ini, mintalah Roh Kudus.”
Saat itu saya sebenarnya sedang berdoa minta kesembuhan. Tetapi setelah mendengar itu saya ubah doa saya. Saya mulai berseru kepada Tuhan dan meminta Roh Kudus memenuhi hidup saya.
Tidak lama kemudian saat bersama orang tua pergi ke Jakarta, kami beribadah di salah satu Gereja Pantekosta di Indonesia yang ada di daerah Tebet. Saat pendetanya sedang berlutut berdoa di mimbar, Roh Kudus menjamah saya dengan sangat nyata. Di momen itu saya dibaptis Roh Kudus, Saya berbahasa Roh dengan keras, lidah saya tidak bisa saya kendalikan. Dan sejak saat itu ada sesuatu yang berubah total di dalam hati saya. Saya tidak takut mati lagi. Ada damai sejahtera yang memenuhi hati saya. Ada keberanian baru yang saya belum pernah alami sebelumnya.
Setelah itu Roh Kudus mengajar saya dengan sederhana tapi sangat kuat. Saya diingatkan untuk melihat diri sendiri di cermin dan memperkatakan firman Tuhan dengan iman. Saya berkata kepada diri saya sendiri: “Kamu tidak akan kalah oleh tumor ini. Tuhan sanggup menyembuhkanmu.” Saya terus percaya akan janji Tuhan. Saya melayani dan menyerahkan diri menjadi full timer. Dan di tengah perjalanan itu Tuhan melakukan mujizat. Benjolan besar yang selama ini ada dan membuat saya minder hilang. Tuhan menyembuhkan dengan cara-Nya yang ajaib.
Karena itu saya percaya kalau kita mau mengalami kemenangan dalam hidup, kita harus hidup penuh Roh Kudus. Petrus adalah contohnya. Dulu dia pernah takut. Tetapi setelah dipenuhi Roh Kudus, dia berdiri berkhotbah dengan keberanian yang luar biasa dan pada hari itu tiga ribu jiwa bertobat serta memberi diri dibaptis.
Gereja hari ini sangat membutuhkan Roh Kudus. Marketplace membutuhkan Roh Kudus. Tempat kerja membutuhkan Roh Kudus. Kampus membutuhkan Roh Kudus. Rumah tangga membutuhkan Roh Kudus. Dan saya percaya di era Pentakosta Ketiga ini akan terjadi penuaian jiwa yang besar.
Puji Tuhan, pada tanggal 24 Mei 2026 yang lalu, bertepatan dengan hari Pentakosta, GBI Modernland membuka ibadah raya ke-6. Selama ini saya berdoa dan menimbang di hadapan Tuhan. Saya berkata kalau jumlah kehadiran jemaat di ibadah raya kelima (Pkl. 17.00) tembus seribu jiwa, maka kita akan buka ibadah berikutnya. Dan puji Tuhan, Tuhan menambahkan jiwa-jiwa. Bahkan Bunda mendapat hikmat dari Roh Kudus bahwa pembukaan (ibadah perdana) jam kebaktian yang keenam (Pkl. 18.30) dimulai tepat di hari Pentakosta. Tuhan tahu waktu-Nya yang terbaik.
Kalau Roh Kudus dicurahkan, Alkitab menunjukkan hidup jemaat berubah:
· Kisah Para Rasul 2:42 berkata mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan, memecahkan roti, dan berdoa. Artinya ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, kita makin cinta firman Tuhan, makin suka bersekutu, makin suka berdoa, dan makin setia beribadah.
· Kisah Para Rasul 2:43 berkata bahwa banyak mujizat dan tanda heran terjadi. Artinya bukan hanya di ibadah raya, tetapi sampai ke kelompok-kelompok kecil (COOL), sampai ke rumah-rumah, sampai ke tempat kerja, Tuhan bekerja dengan nyata.
· Kisah Para Rasul 2:44 berkata semua orang percaya tetap bersatu. Ada kesatuan yang kuat. Tidak mudah dipecah belah. Bahkan kalau ada gesekan, justru membuat kita makin dewasa dan makin menyatu.
· Kisah Para Rasul 2:45 berkata mereka memiliki kemurahan hati. Mereka rela memberi dan menolong sesuai kebutuhan. Roh Kudus membuat hati kita tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi siap menjadi berkat bagi orang lain.
· Kisah Para Rasul 2:46 berkata mereka bertekun tiap-tiap hari. Artinya hidup bersama Tuhan bukan hanya saat ibadah raya, tetapi menjadi gaya hidup setiap hari.
· Kisah Para Rasul 2:47 berkata mereka memuji Allah dan Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan. Ada pujian. Ada penyembahan. Ada sukacita. Ada jiwa-jiwa yang datang kepada Tuhan.
Karena itu di era Roh Kudus ini mari kita sungguh-sungguh membuka hati kita. Mari bangun mezbah doa. Mari mengandalkan Roh Kudus. Mari hidup dipenuhi Roh Kudus. Dan biarlah dari hidup kita, keluarga kita, COOL kita, cabang dan ranting kita, terjadi kebangunan rohani yang nyata, jiwa-jiwa dituai dan nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Amin.

